VANAPATTHA-SUTTA
HUTAN
BELANTARA
Disampaikan : Sang
Buddha.
Kepada : Para bhikkhu.
Tempat : Di Sāvatthῑ.
Inti
sutta : Empat
dasar pertimbangan para bhikkhu
menetap di hutan.
Latar
belakang : Keinginan Sang Buddha sendiri untuk
mengajarkan kepada para bhikkhu khotbah tentang hutan belantara.
Pembahasan
1.
Sang Bhagava berkata: "Para bhikkhu, seorang
bhikkhu tinggal dalam hutan belukar.
Ketika tinggal di sana kesadarannya yang belum teguh tidak menjadi
teguh, pikirannya yang belum terkonsentrasi tidak terkonsentrasi, noda batinnya yang belum disingkirkan
tidak disingkirkan, kebebasan tertinggi yang belum dicapai tidak dicapai, juga kebutuhan
untuk hidup seperti jubah, makanan, tempat istirahat, obat-obatan guna
menyembuhkan penyakit juga sulit diperoleh.
Bhikkhu tersebut harus memperhatikan hal ini. Ia selayaknya meninggalkan
hutan itu malam itu juga atau hari itu juga; ia tak selayaknya terus tinggal di
sana.'
2.
'Para bhikkhu, seorang
bhikkhu tinggal dalam hutan belukar.
Ketika tinggal di sana, kesadarannya yang belum teguh tidak menjadi
teguh, pikirannya yang belum terkonsentrasi tidak terkonsentrasi, noda batinnya
yang belum disingkirkan tidak disingkirkan, kebebasan tertinggi yang belum
dicapai tidak dicapai, namun kebutuhan untuk hidup seperti jubah, dana makanan,
tempat istirahat, kebutuhan obat guna menyembuhkan penyakit mudah
diperoleh. Bhikkhu tersebut harus
memperhatikan hal ini, tetapi ia patut merenung: "Saya pergi dari
kehidupan berumah tangga ke kehidupan kebhikkhuan tidak untuk mendapatkan
jubah, dana makanan, tempat istirahat dan kebutuhan obat guna menyembuhkan
penyakit, namun saya tak memperoleh kemajuan (dalam dhamma) disini. Ia
selayaknya meninggalkan hutan itu setelah mempertimbangkannya dengan cermat; ia
tak selayaknya terus tinggal di sana.'
3.
'Para bhikkhu, seorang
bhikkhu tinggal dalam hutan belukar. Ketika tinggal di sana, kesadarannya yang
belum teguh menjadi teguh, pikirannya yang belum terkonsentrasi menjadi
terkonsentrasi, noda batinnya yang belum disingkirkan telah dikikis, kebebasan
tertinggi yang belum dicapai telah dicapai, namun kebutuhan untuk hidup seperti
jubah, dana makanan, tempat istirahat, kebutuhan obat guna menyembuhkan
penyakit sulit diperoleh. Bhikkhu
tersebut harus memperhatikan hal ini, tetapi ia patut merenung: "Saya
pergi dari kehidupan rumah tangga ke kehidupan kebhikkhuan tidak untuk mendapatkan
jubah, dana makanan, tempat istirahat dan kebutuhan obat guna menyembuhkan
penyakit, namun saya memperoleh kemajuan di sini". Ia selayaknya terus
tinggal di hutan belukar itu setelah mempertimbangkannya dengan cermat; ia tak
selayaknya meninggalkan tempat itu.
4.
'Para bhikkhu, seorang
bhikkhu tinggal dalam hutan belukar. Ketika tinggal di sana, kesadarannya yang
belum teguh menjadi teguh, pikirannya yang belum terkonsentrasi menjadi
terkonsentrasi, noda batinnya yang semula belum disingkirkan telah dikikis,
kebebasan tertinggi yang belum dicapai telah dicapai, juga kebutuhan untuk
hidup seperti jubah, dana makanan, tempat istirahat, kebutuhan obat guna
menyembuhkan penyakit mudah diperoleh.
Bhikkhu tersebut harus memperhatikan hal ini. Ia selayaknya terus tinggal
di hutan itu; ia tak selayaknya meninggalkan tempat tersebut.
Kesimpulan
1.
Tidak ada kemajuan dan
sulit memperoleh benda-benda kebutuhan = pergi;
2.
Tidak ada kemajuan dan
mudah memperoleh benda-benda kebutuhan = pergi;
3.
Ada kemajuan dan sulit
memperoleh benda- benda kebutuhan = tinggal;
4.
Ada kemajuan dan mudah
memperoleh benda-benda kebutuhan = tinggal;
5.
Pola yang sama diatas
dapat diterapkan pada desa, pemukiman, kota, dan negeri.
Sumber:
Bhikkhu
Nanamoli & Bhikku Bodhi . 1995 Majjhima Nikaya.Jakarta:Dhamma Citta Press
No comments:
Post a Comment
setelah anda membaca isi blog ini, bagaimana tanggapan anda tentang isi blog yang anda baca?