Tuesday, 15 March 2016

Cuḷakammavibhanga Sutta



Cuḷakammavibhanga Sutta
Pembabaran Singkat tentang Perbuatan
Disampaikan  : Sang Buddha
Kepada           : Brahmana  Subha,  putera  Todeyya
Tempat           : Di Savatthi di hutan Jeta, taman Anāthapiṇḍika.
Inti sutta         : latar belakang Culakammavibhanga Sutta, sebab-sebab dan alasan manusia berbeda martabatnya
Latar belakang : Brahmana  Subha bertanya kepada Sang Buddha tentang apakah sebab  dan  kondisi  mengapa manusia  terlihat  hina  dan  mulia?  Orang-orang terlihat berumur pendek dan berumur panjang, berpenyakit dan sehat, cantik dan buruk  rupa,  berpengaruh dan  tidak  berpengaruh,  miskin  dan kaya, berkelahiran  rendah  dan  berkelahiran  tinggi,  bodoh  dan bijaksana.
Pembahasan
Makhluk-makhluk adalah pemilik perbuatan mereka, pewaris perbuatan mereka, mereka berasal-mula dari perbuatan mereka, terikat  dengan  perbuatan  mereka,  memiliki  perbuatan mereka  sebagai  perlindungan  mereka. Hal itu yang membedakan makhluk-makhluk sebagai hina dan mulia
Tabel sebab  dan  akibat dari perbuatan yang diperbuat dalam kehidupan
Sebab
Akibat
Pembunuh, bertangan darah, terbiasa memukul  dan  bertindak kekerasan, tanpa  belas  kasih  pada  makhluk-makhluk  hidup.
Di alam tujuan kelahiran  yang tidak bahagia, dalam kesengsaraan, bahkan di neraka, akan berumur pendek.
Meninggalkan pembunuhan  makhluk-makhluk  hidup, menghindari  membunuh  makhluk-makhluk  hidup.
Muncul kembali di alam bahagia, bahkan di alam surga, akan  berumur panjang.
Terbiasa melukai  makhluk-makhluk  dengan  tangan,  dengan  bongkahan tanah,  dengan  tongkat,  atau  dengan  pisau.
berpenyakit, dan memiliki kondisi yang menderita.
Tidak terbiasa  melukai  makhluk-makhluk  dengan  tangan, dll.
Muncul kembali di alam  bahagia, sehat.
Memiliki karakter pemarah dan mudah tersinggung.
Kondisi menderita, memiliki rupa yang buruk.
Tidak  memiliki  karakter  pemarah  dan  tidak  mudah  tersinggung
Muncul  kembali  di  alam  bahagia, memiliki  rupa  yang  cantik atau ganteng.
kesal, dan iri akan perolehan, pujian, penghargaan,  penghormatan,  sanjungan,  dan  pemujaan  yang diterima  oleh  orang  lain
Memiliki kondisi menderita, ia  tidak  akan memiliki  pengaruh atau disepelekan orang lain.
Tidak kesal, dan tidak iri akan  perolehan,  pujian, penghargaan, penghormatan, sanjungan, dan pemujaan yang diterima oleh orang lain.
Muncul  kembali  di  alam  bahagia, memiliki  pengaruh
Tidak suka berdana, kikir.
Memiliki kondisi menderita, miskin.
Suka berdana, tidak kikir
Muncul  kembali  di  alam  bahagia, kaya
Sombong, tidak memberi hormat kepada seorang yang selayaknya menerima  penghormatan.
Memiliki kondisi menderita, berkelahiran rendah
Tidak  sombong,  ia  memberi  hormat kepada  seorang  yang  selayaknya  menerima penghormatan
Muncul  kembali  di  alam  bahagia, akan  berkelahiran  tinggi
Mengunjungi  seorang  petapa

Muncul  kembali  di  alam bahagia, akan  menjadi  bijaksana
Tidak mengunjungi  seorang  petapa

Muncul  kembali  dalam  kondisi menderita, akan  menjadi  bodoh
Kesimpulan: Pembabaran Singkat tentang Perbuatan. Sang Buddha menjelaskan bagaimana kamma mempengaruhi keberuntungan dan ketidak-beruntungan makhluk-makhluk.
Pesan moral: Sesuai dengan benih yang ditabur itulah yang akan kita petik, pembuat kebajikan akan mendapatkan keberuntungan, pembuat kejahatan akan mendapatkan ketidak-beruntungan. Setelah kita mengetahui hal tersebut seyogyanya kita selalu waspada dan ingat apa yang kita perbuat melalui pikiran, ucapan, dan badan jasmani hal itu akan mengkondisikan kelahiran kita berikutnya.
Sumber:
Bhikkhu Nanamoli & Bhikku Bodhi. 1995 Majjhima Nikaya.Jakarta:Dhamma Citta Press

No comments:

Post a Comment

setelah anda membaca isi blog ini, bagaimana tanggapan anda tentang isi blog yang anda baca?