Cuḷakammavibhanga Sutta
Pembabaran Singkat tentang Perbuatan
Disampaikan : Sang
Buddha
Kepada : Brahmana Subha, putera
Todeyya
Tempat : Di Savatthi di hutan Jeta, taman Anāthapiṇḍika.
Inti sutta : latar belakang Culakammavibhanga Sutta, sebab-sebab dan alasan manusia
berbeda martabatnya
Latar belakang
: Brahmana Subha bertanya kepada
Sang Buddha tentang apakah sebab
dan kondisi mengapa manusia terlihat
hina dan mulia?
Orang-orang terlihat berumur pendek dan berumur panjang, berpenyakit dan
sehat, cantik dan buruk rupa, berpengaruh dan tidak
berpengaruh, miskin dan kaya, berkelahiran rendah
dan berkelahiran tinggi,
bodoh dan bijaksana.
Pembahasan
Makhluk-makhluk adalah pemilik perbuatan mereka, pewaris
perbuatan mereka, mereka berasal-mula dari perbuatan mereka, terikat dengan
perbuatan mereka, memiliki
perbuatan mereka sebagai perlindungan
mereka. Hal itu yang membedakan makhluk-makhluk sebagai hina dan mulia
Tabel sebab
dan akibat dari perbuatan yang
diperbuat dalam kehidupan
|
Sebab
|
Akibat
|
|
Pembunuh, bertangan darah, terbiasa memukul dan
bertindak kekerasan, tanpa
belas kasih pada
makhluk-makhluk hidup.
|
Di alam tujuan kelahiran yang tidak bahagia, dalam kesengsaraan,
bahkan di neraka, akan berumur pendek.
|
|
Meninggalkan pembunuhan makhluk-makhluk hidup, menghindari membunuh
makhluk-makhluk hidup.
|
Muncul kembali di alam bahagia, bahkan di alam
surga, akan berumur panjang.
|
|
Terbiasa melukai
makhluk-makhluk dengan tangan,
dengan bongkahan tanah, dengan
tongkat, atau dengan
pisau.
|
berpenyakit, dan memiliki kondisi yang menderita.
|
|
Tidak terbiasa
melukai makhluk-makhluk dengan
tangan, dll.
|
Muncul kembali di alam bahagia, sehat.
|
|
Memiliki karakter pemarah dan mudah tersinggung.
|
Kondisi menderita, memiliki rupa yang buruk.
|
|
Tidak
memiliki karakter pemarah
dan tidak mudah
tersinggung
|
Muncul
kembali di alam
bahagia, memiliki rupa yang
cantik atau ganteng.
|
|
kesal, dan iri akan perolehan, pujian,
penghargaan, penghormatan, sanjungan,
dan pemujaan yang diterima oleh
orang lain
|
Memiliki kondisi menderita, ia tidak
akan memiliki pengaruh atau
disepelekan orang lain.
|
|
Tidak kesal, dan tidak iri akan perolehan,
pujian, penghargaan, penghormatan, sanjungan, dan pemujaan yang
diterima oleh orang lain.
|
Muncul
kembali di alam
bahagia, memiliki pengaruh
|
|
Tidak suka berdana, kikir.
|
Memiliki kondisi menderita, miskin.
|
|
Suka berdana, tidak kikir
|
Muncul
kembali di alam
bahagia, kaya
|
|
Sombong, tidak memberi hormat kepada seorang yang
selayaknya menerima penghormatan.
|
Memiliki kondisi menderita, berkelahiran rendah
|
|
Tidak sombong,
ia memberi hormat kepada seorang
yang selayaknya menerima penghormatan
|
Muncul
kembali di alam
bahagia, akan berkelahiran tinggi
|
|
Mengunjungi
seorang petapa
|
Muncul
kembali di alam bahagia, akan menjadi
bijaksana
|
|
Tidak mengunjungi
seorang petapa
|
Muncul
kembali dalam kondisi menderita, akan menjadi
bodoh
|
Kesimpulan:
Pembabaran Singkat tentang Perbuatan. Sang Buddha menjelaskan bagaimana kamma mempengaruhi
keberuntungan dan ketidak-beruntungan makhluk-makhluk.
Pesan moral:
Sesuai dengan benih yang ditabur itulah yang akan kita petik, pembuat kebajikan
akan mendapatkan keberuntungan, pembuat kejahatan akan mendapatkan ketidak-beruntungan.
Setelah kita mengetahui hal tersebut seyogyanya kita selalu waspada dan ingat
apa yang kita perbuat melalui pikiran, ucapan, dan badan jasmani hal itu akan
mengkondisikan kelahiran kita berikutnya.
Sumber:
Bhikkhu Nanamoli & Bhikku
Bodhi. 1995 Majjhima Nikaya.Jakarta:Dhamma Citta Press
No comments:
Post a Comment
setelah anda membaca isi blog ini, bagaimana tanggapan anda tentang isi blog yang anda baca?