Mahātaṇhāsankhaya
Sutta
Khotbah
Panjang tentang Hancurnya
Keinginan
Disampaikan : Sang
Buddha.
Kepada : Para bhikkhu.
Tempat : Di Sāvatthῑ di hutan Jeta, taman anāthapiṇḍika.
Inti
sutta : Kemunculan kesadaran yang bergantung pada sebab, perwujudan
menjadi (bhuta), tiga sebab terjadinya perwujudan atau kehamilan.
Latar
belakang : Terdapat pandangan sesat yang muncul pada seorang bhikkhu
bernama Sāti, putra
seorang nelayan. Tentang
kesadaran yang sama berpindah dari
satu kehidupan ke
kehidupan lain.
Pembahasan
Kemunculan
kesadaran yang bergantung pada sebab, ketika
kesadaran muncul dengan
bergantung pada mata
dan bentuk-bentuk, maka dikenal
sebagai kesadaran-mata; ketika kesadaran muncul
dengan bergantung pada
telinga dan suara-suara, maka dikenal sebagai kesadaran-telinga;
ketika kesadaran muncul dengan bergantung
pada hidung dan
bau-bauan, maka dikenal sebagai kesadaran-hidung; ketika
kesadaran muncul dengan bergantung pada lidah dan rasa kecapan, maka dikenal sebagai
kesadaran-lidah; ketika kesadaran
muncul dengan bergantung pada
badan dan objek-sentuhan, maka dikenal
sebagai kesadaran-badan; ketika
kesadaran muncul dengan bergantung
pada pikiran dan
objek-objek pikiran, maka dikenal
sebagai kesadaran-pikiran.
Seperti halnya api
yang dikenali dengan kondisi
tertentu yang dengan
bergantung padanya maka api itu membakar – ketika api membakar dengan bergantung pada
kayu gelondongan, maka
dikenal sebagai api kayu
gelondongan; ketika api
membakar dengan bergantung pada kayu bakar, maka dikenal sebagai
api kayu bakar.
perwujudan
menjadi (bhuta) dengan adanya ini,
maka itu ada; dengan
munculnya ini, maka
muncul pula itu, dengan ketidak-tahuan sebagai
kondisi, maka bentukan-bentukan muncul dengan
bentukan-bentukan sebagai kondisi, maka kesadaran; dengan kesadaran
sebagai kondisi, maka batin-jasmani; dengan batin-jasmani sebagai
kondisi, maka enam landasan; dengan enam landasan sebagai
kondisi, maka kontak; dengan kontak sebagai
kondisi, maka perasaan;
dengan perasaan sebagai kondisi,
maka ketagihan; dengan
ketagihan sebagai kondisi, maka
kemelekatan; dengan kemelekatan sebagai kondisi,
maka penjelmaan; dengan
penjelmaan sebagai kondisi, maka
kelahiran; dengan kelahiran sebagai kondisi, maka penuaan dan kematian.
Kehamilan janin dalam rahim
terjadi melalui perpaduan tiga hal.
Ada perpaduan ibu dan ayah, tetapi saat
itu bukan musim
kesuburan ibu, dan
tidak ada kehadiran gandhabba dalam kasus
ini tidak ada kehamilan
janin dalam rahim. Ada perpaduan ibu dan ayah, dan saat itu adalah musim
kesuburan ibu, tetapi
tidak ada kehadiran gandhabba dalam kasus
ini juga tidak
ada kehamilan janin dalam rahim. Tetapi jika ada perpaduan
ibu dan ayah, dan saat itu adalah musim kesuburan ibu, dan ada kehadiran
gandhabba, melalui perpaduan ketiga
hal ini maka
kehamilan janin dalam rahim terjadi.
No comments:
Post a Comment
setelah anda membaca isi blog ini, bagaimana tanggapan anda tentang isi blog yang anda baca?