Tuesday, 15 March 2016

Mahātaṇhāsankhaya Sutta



Mahātaṇhāsankhaya Sutta
Khotbah Panjang tentang Hancurnya Keinginan
Disampaikan  : Sang Buddha.
Kepada           : Para bhikkhu.
Tempat           : Di Sāvatthῑ di hutan Jeta, taman anāthapiṇḍika.
Inti sutta         : Kemunculan kesadaran yang bergantung pada sebab, perwujudan menjadi (bhuta), tiga sebab terjadinya perwujudan atau kehamilan.
Latar belakang :  Terdapat pandangan sesat yang muncul pada seorang  bhikkhu  bernama  Sāti,  putra  seorang  nelayan. Tentang kesadaran yang sama  berpindah  dari  satu  kehidupan  ke  kehidupan  lain.
Pembahasan
Kemunculan kesadaran yang bergantung pada sebab, ketika  kesadaran  muncul  dengan  bergantung  pada  mata  dan bentuk-bentuk,  maka  dikenal  sebagai  kesadaran-mata;  ketika kesadaran  muncul  dengan  bergantung  pada  telinga  dan  suara-suara, maka dikenal sebagai kesadaran-telinga; ketika kesadaran muncul  dengan  bergantung  pada  hidung  dan  bau-bauan, maka  dikenal  sebagai  kesadaran-hidung;  ketika  kesadaran muncul dengan bergantung pada lidah dan rasa kecapan, maka dikenal  sebagai  kesadaran-lidah;  ketika  kesadaran  muncul dengan  bergantung  pada  badan  dan  objek-sentuhan,  maka dikenal  sebagai  kesadaran-badan;  ketika  kesadaran  muncul dengan  bergantung  pada  pikiran  dan  objek-objek  pikiran,  maka dikenal  sebagai  kesadaran-pikiran. Seperti  halnya  api  yang dikenali  dengan  kondisi  tertentu  yang  dengan  bergantung padanya maka api itu membakar – ketika api membakar dengan bergantung  pada  kayu  gelondongan,  maka  dikenal  sebagai  api kayu  gelondongan;  ketika  api  membakar  dengan  bergantung pada kayu bakar, maka dikenal sebagai api kayu bakar.

perwujudan menjadi (bhuta) dengan  adanya  ini,  maka  itu  ada; dengan  munculnya  ini,  maka  muncul  pula itu, dengan  ketidak-tahuan  sebagai  kondisi,  maka  bentukan-bentukan muncul  dengan  bentukan-bentukan  sebagai  kondisi, maka kesadaran; dengan kesadaran sebagai kondisi, maka batin-jasmani;  dengan  batin-jasmani  sebagai  kondisi,  maka  enam landasan; dengan enam landasan sebagai kondisi, maka kontak; dengan  kontak  sebagai  kondisi,  maka  perasaan;  dengan perasaan  sebagai  kondisi,  maka  ketagihan;  dengan  ketagihan sebagai  kondisi,  maka  kemelekatan;  dengan  kemelekatan sebagai  kondisi,  maka  penjelmaan;  dengan  penjelmaan  sebagai kondisi, maka kelahiran; dengan kelahiran sebagai kondisi, maka penuaan dan kematian.
Kehamilan  janin  dalam  rahim  terjadi  melalui perpaduan tiga hal. Ada perpaduan ibu dan ayah, tetapi saat  itu  bukan  musim  kesuburan  ibu,  dan  tidak  ada  kehadiran gandhabba dalam  kasus  ini  tidak  ada kehamilan  janin dalam rahim. Ada perpaduan ibu dan ayah, dan saat itu adalah  musim  kesuburan  ibu,  tetapi  tidak  ada  kehadiran gandhabba dalam  kasus  ini  juga  tidak  ada  kehamilan  janin dalam rahim. Tetapi jika ada perpaduan ibu dan ayah, dan saat itu adalah musim kesuburan ibu, dan ada kehadiran gandhabba, melalui  perpaduan  ketiga  hal  ini  maka  kehamilan  janin  dalam rahim terjadi.

No comments:

Post a Comment

setelah anda membaca isi blog ini, bagaimana tanggapan anda tentang isi blog yang anda baca?