MAHADHAMMASAMADANA SUTTA
CARA-CARA MELAKSANAKAN SEGALA SESUATU
Disampaikan : Sang
Buddha.
Kepada : Para bhikkhu.
Tempat : Di Sāvatthi ,di hutan Jeta taman anathapindika.
Inti
sutta : Empat macam praktek pelaksanaan dhamma.
Latar
belakang :
keinginan Sang Buddha untuk bertanya pada para bhikkhu tentang alasan mengapa
hal-hal yang tidak diharapkan, tidak diinginkan, tidak menyenangkan bertambah
dan hal-hal yang diharapkan, diinginkan, menyenangkan berkurang.
Pembahasan
seorang biasa yang tidak
terpelajar, yang tidak menghargai para orang suci dan tidak terampil dan tidak
disiplin dalam dhamma mereka, tidak mengetahui
hal-hal apakah yang seharusnya dilatih dan hal-hal apakah yang seharusnya tidak
dilatih, ia tidak mengetahui hal-hal apakah yang harus diikuti dan hal-hal
apakah yang seharusnya tidak diikuti. Karena tidak mengetahui hal ini, ia
melatih hal-hal yang seharusnya tidak dilatih dan tidak melatih hal-hal yang
seharusnya dilatih, ia mengikuti hal-hal yang seharusnya tidak diikuti dan
tidak mengikuti hal-hal yang seharusnya diikuti. Karena ia melakukan hal ini
maka hal-hal yang tidak diharapkan, tidak diinginkan, tidak menyenangkan
bertambah baginya dan hal-hal yang diharapkan, diinginkan, menyenangkan
berkurang.
Siswa yang
terpelajar yang menghargai para orang suci dan
terampil dan disiplin dalam dhamma mereka, mengetahui
hal-hal apakah yang seharusnya dilatih dan hal-hal apakah yang seharusnya tidak
dilatih, ia mengetahui hal-hal apakah yang harus diikuti dan hal-hal apakah
yang seharusnya tidak diikuti. Dengan mengetahui hal ini, ia melatih hal-hal
yang seharusnya dilatih dan tidak melatih hal-hal yang seharusnya tidak
dilatih, ia mengikuti hal-hal yang seharusnya diikuti dan tidak mengikuti
hal-hal yang seharusnya tidak diikuti. Karena ia melakukan hal ini maka hal-hal
yang tidak diharapkan, tidak diinginkan, tidak menyenangkan berkurang baginya
dan hal-hal yang diharapkan, diinginkan, menyenangkan bertambah.
Ada empat cara
melaksanakan segala sesuatu :
a. Cara melaksanakan segala sesuatu yang menyakitkan pada
saat ini dan matang di masa depan sebagai menyakitkan. Contohnya seseorang dalam
kesakitan dan kesedihan membunuh makhluk-makhluk hidup, mengambil apa yang
tidak diberikan, berperilaku salah dalam kenikmatan indria, berbohong,
mengucapkan fitnah, berkata-kata kasar, gosip, tamak, memendam pikiran
permusuhan dan menganut pandangan salah.
b. Cara melaksanakan segala sesuatu yang menyenangkan
pada saat ini dan matang di masa depan sebagai menyakitkan. Contohnya seseorang
dalam kenikmatan dan kegembiraan membunuh makhluk-makhluk hidup, mengambil apa
yang tidak diberikan, berperilaku salah dalam kenikmatan indria, berbohong,
mengucapkan fitnah, berkata-kata kasar, gosip, tamak, memendam pikiran
permusuhan dan menganut pandangan salah.
c. Cara melaksanakan segala sesuatu yang menyakitkan pada
saat ini dan matang di masa depan sebagai menyenangkan. Contohnya seseorang
dalam kesakitan dan kesedihan tidak membunuh makhluk-makhluk hidup, tidak mengambil
apa yang tidak diberikan, menghindari berperilaku salah dalam kenikmatan
indria, tidak berbohong, menghindari mengucapkan fitnah, menghindari kata-kata
kasar, menghindari gosip, ia tidak tamak, ia tidak memendam pikiran permusuhan
dan menganut pandangan benar.
d. Cara melaksanakan segala sesuatu yang menyenangkan
pada saat ini dan matang di masa depan sebagai menyenangkan. Contohnya
seseorang dalam kenikmatan dan kegembiraan tidak membunuh makhluk-makhluk
hidup, tidak mengambil apa yang tidak diberikan, ia menganut pandangan benar.
Sumber:
Bhikkhu Nanamoli & Bhikku Bodhi . 1995 Majjhima
Nikaya.Jakarta:Dhamma Citta Press
No comments:
Post a Comment
setelah anda membaca isi blog ini, bagaimana tanggapan anda tentang isi blog yang anda baca?