Tuesday, 15 March 2016

Cankī Sutta



Cankī Sutta
Disampaikan  : Sang Bhagava
Kepada           : Brahmana Canki
Tempat           : Kosala
Inti sutta         : Pertimbangan Brahmana Cangki tak pantas menemui Sang Buddha dan sebaliknya.
Latar belakang : Pertanyaan Brahmana Canki kepada menterinya mengapakah brahmana perumah-tangga  dari  Opasāda  berjalan  dari  Opasāda  secara berkelompok dan berbaris mengarah ke utara menuju Hutan Para Dewa, Hutan Pohon Sāla?
Pembahasan :
“Tuan,  jangan  pergi  menemui  Petapa  Gotama.  Tidaklah selayaknya,  Guru  Cankī,  bagimu  untuk  pergi  menemui  Petapa Gotama;  sebaliknya,  adalah  selayaknya  bagi  Petapa  Gotama untuk  datang  menemui engkau.  Karena  engkau,  Tuan,  terlahir dari kedua pihak, ibu dan ayah yang murni sampai tujuh generasi sebelumnya,  tidak  terbantahkan  dan  tidak  tercela  dalam  hal
kelahiran.  Oleh  karena  itu,  Guru  Cankī,  tidaklah  selayaknya bagimu untuk pergi menemui Petapa Gotama; sebaliknya, adalah selayaknya bagi Petapa Gotama untuk datang menemui engkau. Engkau,  Tuan,  kaya,  dengan  kekayaan  berlimpah  dan  banyak kepemilikan. Engkau, Tuan, adalah seorang yang menguasai Tiga Veda  dengan  kosa-kata,  liturgi,  fonologi,  dan  etimologi,  · sejarah-sejarah  sebagai  yang  ke  lima;  mahir  dalam  ilmu  bahasa dan  tata  bahasa, engkau  mahir  dalam  filosofi  alam  dan  dalam tanda-tanda manusia luar biasa. Engkau, Tuan, tampan, menarik, dan  anggun,  memiliki  keindahan  kulit  yang  luar  biasa,  dengan keindahan luar biasa dan penampilan luar biasa, menyenangkan dipandang.  Engkau,  Tuan,  bermoral,  matang  dalam  moralitas, memiliki  moralitas  yang  matang.  Engkau,  Tuan,  adalah  seorang pembabar  yang  baik  dengan  penyampaian  yang  baik;  engkau mengucapkan kata-kata yang ramah, jelas, tanpa cacat, dan menyampaikan maknanya. Engkau, Tuan, mengajarkan guruguru  dari  banyak  orang,  dan  engkau  mengajarkan  pembacaan syair  puji-pujian  kepada  tiga  ratus  murid  brahmana.  Engkau, Tuan,  dihormati,  dihargai,  dipuja,  dimuliakan,  dan  dijunjung  oleh Raja  Pasenadi  dari  Kosala.  Engkau, Tuan, dihormati,  dihargai, dipuja, dimuliakan, dan dijunjung oleh Brahmana Pokkharasāti.Engkau,  Tuan,  menguasai  Opasāda,  wilayah  tanah  kerajaan dengan  makhluk  hidup  yang  berlimpah    anugerah  keramat yang  diberikan  kepadamu  oleh  Raja  Pasenadi  dari  Kosala.  Oleh karena  itu,  Guru  Cankī,  tidaklah  selayaknya  bagimu  untuk  pergi menemui  Petapa  Gotama;  sebaliknya  adalah  selayaknya  bagi
Petapa Gotama untuk datang menemui engkau.”
Ketika  hal  ini  dikatakan,  Brahmana  Cankīberkata kepada para  brahmana  itu:  “Sekarang,  Tuan-tuan,  dengarkanlah  dariku mengapa selayaknya bagiku untuk pergi menemui Guru Gotama,
dan mengapa tidak selayaknya bagi Guru Gotama untuk datang menemuiku. Tuan-tuan, Petapa Gotama terlahir dari kedua pihak, ibu dan ayah yang murni sampai tujuh generasi sebelumnya, tidak terbantahkan dan tidak tercela dalam hal kelahiran. Oleh karena itu,  Tuan-tuan,  tidaklah  selayaknya  bagi  Petapa  Gotama  untuk datang menemuiku; sebaliknya, adalah selayaknya bagiku untuk pergi  menemui  Guru  Gotama.  Tuan-tuan,  Petapa  Gotama meninggalkan  keduniawian  dengan  melepaskan  banyak  emas dan  perak  yang  tersimpan  dalam  gudang  dan  lumbung.  Tuan-tuan, Petapa Gotama meninggalkan keduniawian dari kehidupan rumah  tangga  menuju  kehidupan  tanpa  rumah  selagi  masih muda,  seorang  pemuda  berambut  hitam  yang  memiliki  berkah kemudaan, dalam masa utama kehidupannya. Tuan-tuan, Petapa Gotama  mencukur  rambut  dan  janggutnya,  mengenakan  jubah kuning,  dan  meninggalkan  keduniawian  dari  kehidupan  rumah tangga  menuju  kehidupan  tanpa  rumah  walaupun  ibu  dan ayahnya  menginginkan  sebaliknya  dan  menangis  dengan  wajah berlinang air mata. Tuan-tuan, Petapa Gotama tampan, menarik, dan  anggun,  memiliki  keindahan  kulit  yang  luar  biasa,  dengan  keindahan  luar  biasa  dan  penampilan  luar  biasa, menyenangkan dipandang. Tuan-tuan, Petapa Gotama bermoral, dengan  moralitas  mulia,  dengan  moralitas  bermanfaat,  memiliki moralitas  yang  bermanfaat.  Tuan-tuan,  Petapa  Gotama  adalah seorang  pembabar  yang  baik  dengan  penyampaian  yang  baik; Beliau  mengucapkan  kata-kata  yang  ramah,  jelas,  tanpa  cacat, dan  menyampaikan  maknanya.  Tuan-tuan,  Petapa  Gotama adalah guru bagi guru-guru dari banyak orang. Tuan-tuan, Petapa Gotama  bebas  dari  nafsu  indria  dan  tidak  membanggakan  diri. Tuan-tuan, Petapa Gotama menganut doktrin efektivitas tindakan bermoral,  doktrin  efektivitas  perbuatan  bermoral;  Beliau  tidak berniat  mencelakai  silsilah  para  brahmana.  Tuan-tuan,  Petapa Gotama  meninggalkan  keduniawian  dari  keluarga  kerajaan,  dari salah satu  keluarga  mulia  yang  asli.  Tuan-tuan,  Petapa  Gotama meninggalkan  keduniawian  dari  keluarga  kaya,  dari  keluarga dengan  kekayaan  berlimpah  dan  kepemilikan  berlimpah.  Tuantuan,  orang-orang  datang  dari  kerajaan-kerajaan  yang  jauh  dan daerah-daerah yang jauh untuk bertanya kepada Petapa Gotama. Tuan-tuan,  ribuan  dewa  telah  berlindung  seumur  hidup  kepada Petapa  Gotama.  Tuan-tuan,  suatu  berita  baik  sehubungan dengan Petapa Gotama telah menyebar sebagai berikut: ‘Bahwa Sang Bhagavāsempurna, telah tercerahkan sempurna, sempurna dalam  pengetahuan  sejati  dan  perilaku,  mulia,  pengenal  seluruh alam,  pemimpin  yang  tanpa  bandingnya  bagi  orang-orang  yang harus  dijinakkan,  guru  para  dewa  dan  manusia,  tercerahkan, terberkahi.’  Tuan-tuan,  Petapa  Gotama  memiliki  tiga  puluh  dua tanda Manusia Luar Biasa. Tuan-tuan, Raja Seniya Bimbisāra dari Magadha dan istrinya dan anak-anaknya telah berlindung seumur hidup  kepada  Petapa  Gotama.  Tuan-tuan,  Raja  Pasenadi  dari Kosala  dan  istrinya  dan  anak-anaknya  telah  berlindung  seumur hidup  kepada  Petapa  Gotama.  Tuan-tuan. Brahmana Pokkharasāti  dan  istrinya  dan  anak-anaknya  telah  berlindung seumur  hidup  kepada  Petapa  Gotama.  Tuan-tuan,  Petapa Gotama telah tiba di Opasāda dan menetap di Opasāda di Hutan Para  Dewa,  di  Hutan  Pohon  Sāla  di  utara  Opasāda.  Sekarang setiap  petapa  atau  brahmana  yang  datang  ke  pemukiman  kita adalah  tamu  kita,  dan  tamu  seharusnya  dihormati,  dihargai, dipuja, dan dimuliakan oleh kita. Karena Petapa Gotama telah tiba di  Opasāda,  maka  Beliau  adalah  tamu  kita,  dan  karena Beliau adalah  tamu  kita  maka  Beliau  seharusnya  dihormati,  dihargai, dipuja, dan dimuliakan oleh kita. [168] Oleh karena itu, Tuan-tuan, tidaklah selayaknya bagi Guru Gotama untuk datang menemuiku; sebaliknya, adalah selayaknya bagiku untuk pergi menemui Guru Gotama.“Tuan-tuan, sebanyak ini pujian atas Guru Gotama yang telah kuketahui, tetapi pujian atas Guru Gotama tidak terbatas pada itu, karena  pujian  atas  Guru  Gotama  adalah  tidak  terbatas.  Karena Guru Gotama memiliki masing-masing dari faktor-faktor ini, maka tidaklah  selayaknya  bagi  Beliau  untuk  datang  menemuiku; sebaliknya, adalah selayaknya bagiku untuk pergi menemui Guru Gotama. Oleh karena itu, Tuan-tuan, marilah kita semuanya pergi menemui Petapa Gotama.”
“Kami bertanya kepada Guru Gotama tentang pelestarian kebenaran,  dan  Guru  Gotama  menjawab  tentang  pelestarian kebenaran;  kami  menyetujui  dan  menerima  jawaban  itu,  dan karena  itu  kami  merasa  puas. Kami  bertanya  kepada  Guru Gotama  tentang  penemuan  kebenaran,  dan  Guru  Gotama menjawab  tentang  penemuan  kebenaran;  kami  menyetujui  dan menerima  jawaban  itu,  dan  karena  itu  kami  merasa  puas.  Kami bertanya  kepada  Guru Gotama  tentang  kedatangan  akhir  pada kebenaran,  dan  Guru  Gotama  menjawab  tentang  kedatangan akhir  pada  kebenaran;  kami  menyetujui  dan  menerima  jawaban itu,  dan  karena  itu  kami  merasa  puas. Kami  bertanya kepada  Guru  Gotama  tentang  hal  yang  paling  membantu  bagi kedatangan akhir pada kebenaran, dan Guru Gotama menjawab tentang  hal  yang  paling  membantu  bagi  kedatangan  akhir  pada kebenaran;  kami  menyetujui  dan  menerima  jawaban  itu,  dan karena  itu  kami  merasa  puas.  Apapun  yang  kami  tanyakan kepada  Guru  Gotama,  Beliau  telah  menjawab  kami;  kami menyetujui  dan  menerima  jawaban  itu,  dan  karena  itu  kami merasa puas. Sebelumnya, Guru Gotama, kami biasanya berpikir: ‘Siapakah  para  petapa  berkepala  gundul  ini,  keturunan  rendah dan gelap dari kaki Leluhur, sehingga mereka dapat memahami Dhamma?’Tetapi  Guru  Gotama  sungguh  telah menginspirasiku  dalam  cinta  kasih  kepada  para  petapa, keyakinan pada para petapa, hormat pada para petapa.   “Mengagumkan,  Guru  Gotama!  Mengagumkan,  Guru Gotama, … Mulai hari ini sudilah Guru Gotama  mengingatku  sebagai  seorang  umat  awam  yang  telah menerima perlindungan seumur hidup.”

Referensi :
   Sumber: Bhikkhu Nanamoli & Bhikku Bodhi . 1995 Majjhima Nikaya.Jakarta:Dhamma Citta Press

No comments:

Post a Comment

setelah anda membaca isi blog ini, bagaimana tanggapan anda tentang isi blog yang anda baca?