Cankī Sutta
Disampaikan : Sang
Bhagava
Kepada : Brahmana Canki
Tempat : Kosala
Inti sutta : Pertimbangan Brahmana Cangki tak pantas menemui Sang Buddha dan sebaliknya.
Latar belakang
: Pertanyaan Brahmana Canki kepada menterinya mengapakah brahmana
perumah-tangga dari Opasāda
berjalan dari Opasāda
secara berkelompok dan berbaris mengarah ke utara menuju Hutan Para
Dewa, Hutan Pohon Sāla?
Pembahasan :
“Tuan,
jangan pergi menemui
Petapa Gotama. Tidaklah selayaknya, Guru
Cankī, bagimu untuk
pergi menemui Petapa Gotama; sebaliknya,
adalah selayaknya bagi
Petapa Gotama untuk datang
menemui engkau. Karena engkau,
Tuan, terlahir dari kedua pihak,
ibu dan ayah yang murni sampai tujuh generasi sebelumnya, tidak
terbantahkan dan tidak
tercela dalam hal
kelahiran.
Oleh karena itu,
Guru Cankī, tidaklah
selayaknya bagimu untuk pergi menemui Petapa Gotama; sebaliknya, adalah
selayaknya bagi Petapa Gotama untuk datang menemui engkau. Engkau, Tuan,
kaya, dengan kekayaan
berlimpah dan banyak kepemilikan. Engkau, Tuan, adalah
seorang yang menguasai Tiga Veda
dengan kosa-kata, liturgi,
fonologi, dan etimologi,
· sejarah-sejarah sebagai yang
ke lima; mahir
dalam ilmu bahasa dan
tata bahasa, engkau mahir
dalam filosofi alam
dan dalam tanda-tanda manusia
luar biasa. Engkau, Tuan, tampan, menarik, dan
anggun, memiliki keindahan
kulit yang luar
biasa, dengan keindahan luar
biasa dan penampilan luar biasa, menyenangkan dipandang. Engkau,
Tuan, bermoral, matang
dalam moralitas, memiliki moralitas
yang matang. Engkau,
Tuan, adalah seorang pembabar yang
baik dengan penyampaian
yang baik; engkau mengucapkan kata-kata yang ramah,
jelas, tanpa cacat, dan menyampaikan maknanya. Engkau, Tuan, mengajarkan
guruguru dari banyak
orang, dan engkau
mengajarkan pembacaan syair puji-pujian
kepada tiga ratus
murid brahmana. Engkau, Tuan,
dihormati, dihargai, dipuja,
dimuliakan, dan dijunjung
oleh Raja Pasenadi dari
Kosala. Engkau, Tuan,
dihormati, dihargai, dipuja, dimuliakan,
dan dijunjung oleh Brahmana Pokkharasāti.Engkau, Tuan,
menguasai Opasāda, wilayah
tanah kerajaan dengan makhluk
hidup yang berlimpah
… anugerah keramat yang
diberikan kepadamu oleh
Raja Pasenadi dari
Kosala. Oleh karena itu, Guru Cankī,
tidaklah selayaknya bagimu
untuk pergi menemui Petapa
Gotama; sebaliknya adalah
selayaknya bagi
Petapa Gotama untuk datang menemui engkau.”
Ketika hal
ini dikatakan, Brahmana
Cankīberkata kepada para
brahmana itu: “Sekarang,
Tuan-tuan, dengarkanlah dariku mengapa selayaknya bagiku untuk pergi
menemui Guru Gotama,
dan mengapa
tidak selayaknya bagi Guru Gotama untuk datang menemuiku. Tuan-tuan, Petapa Gotama
terlahir dari kedua pihak, ibu dan ayah yang murni sampai tujuh generasi
sebelumnya, tidak terbantahkan dan tidak tercela dalam hal kelahiran. Oleh
karena itu, Tuan-tuan, tidaklah
selayaknya bagi Petapa
Gotama untuk datang menemuiku;
sebaliknya, adalah selayaknya bagiku untuk pergi menemui
Guru Gotama. Tuan-tuan,
Petapa Gotama meninggalkan keduniawian
dengan melepaskan banyak
emas dan perak yang
tersimpan dalam gudang
dan lumbung. Tuan-tuan, Petapa Gotama meninggalkan
keduniawian dari kehidupan rumah
tangga menuju kehidupan
tanpa rumah selagi
masih muda, seorang pemuda
berambut hitam yang
memiliki berkah kemudaan, dalam
masa utama kehidupannya. Tuan-tuan, Petapa Gotama mencukur
rambut dan janggutnya,
mengenakan jubah kuning, dan
meninggalkan keduniawian dari
kehidupan rumah tangga menuju
kehidupan tanpa rumah
walaupun ibu dan ayahnya
menginginkan sebaliknya dan
menangis dengan wajah berlinang air mata. Tuan-tuan, Petapa
Gotama tampan, menarik, dan anggun, memiliki
keindahan kulit yang
luar biasa, dengan
keindahan luar biasa dan
penampilan luar biasa, menyenangkan dipandang. Tuan-tuan,
Petapa Gotama bermoral, dengan
moralitas mulia, dengan
moralitas bermanfaat, memiliki moralitas yang
bermanfaat. Tuan-tuan, Petapa
Gotama adalah seorang pembabar
yang baik dengan
penyampaian yang baik; Beliau
mengucapkan kata-kata yang ramah,
jelas, tanpa cacat, dan
menyampaikan maknanya. Tuan-tuan,
Petapa Gotama adalah guru bagi
guru-guru dari banyak orang. Tuan-tuan, Petapa Gotama bebas
dari nafsu indria
dan tidak membanggakan
diri. Tuan-tuan, Petapa Gotama menganut doktrin efektivitas tindakan bermoral, doktrin
efektivitas perbuatan bermoral;
Beliau tidak berniat mencelakai
silsilah para brahmana.
Tuan-tuan, Petapa Gotama meninggalkan
keduniawian dari keluarga
kerajaan, dari salah satu keluarga
mulia yang asli.
Tuan-tuan, Petapa Gotama meninggalkan keduniawian
dari keluarga kaya,
dari keluarga dengan kekayaan
berlimpah dan kepemilikan
berlimpah. Tuantuan, orang-orang
datang dari kerajaan-kerajaan yang
jauh dan daerah-daerah yang jauh
untuk bertanya kepada Petapa Gotama. Tuan-tuan,
ribuan dewa telah
berlindung seumur hidup
kepada Petapa Gotama. Tuan-tuan,
suatu berita baik
sehubungan dengan Petapa Gotama telah menyebar sebagai berikut: ‘Bahwa Sang
Bhagavāsempurna, telah tercerahkan sempurna, sempurna dalam pengetahuan
sejati dan perilaku,
mulia, pengenal seluruh alam,
pemimpin yang tanpa
bandingnya bagi orang-orang
yang harus dijinakkan, guru
para dewa dan
manusia, tercerahkan, terberkahi.’ Tuan-tuan,
Petapa Gotama memiliki
tiga puluh dua tanda Manusia Luar Biasa. Tuan-tuan, Raja
Seniya Bimbisāra dari Magadha dan istrinya dan anak-anaknya telah berlindung
seumur hidup kepada Petapa
Gotama. Tuan-tuan, Raja
Pasenadi dari Kosala dan
istrinya dan anak-anaknya
telah berlindung seumur hidup
kepada Petapa Gotama.
Tuan-tuan. Brahmana Pokkharasāti
dan istrinya dan
anak-anaknya telah berlindung seumur hidup
kepada Petapa Gotama.
Tuan-tuan, Petapa Gotama telah
tiba di Opasāda dan menetap di Opasāda di Hutan Para Dewa,
di Hutan Pohon
Sāla di utara
Opasāda. Sekarang setiap petapa
atau brahmana yang
datang ke pemukiman
kita adalah tamu kita,
dan tamu seharusnya
dihormati, dihargai, dipuja, dan
dimuliakan oleh kita. Karena Petapa Gotama telah tiba di Opasāda,
maka Beliau adalah
tamu kita, dan
karena Beliau adalah tamu kita
maka Beliau seharusnya
dihormati, dihargai, dipuja, dan
dimuliakan oleh kita. [168] Oleh karena itu, Tuan-tuan, tidaklah selayaknya
bagi Guru Gotama untuk datang menemuiku; sebaliknya, adalah selayaknya bagiku
untuk pergi menemui Guru Gotama.“Tuan-tuan, sebanyak ini pujian atas Guru
Gotama yang telah kuketahui, tetapi pujian atas Guru Gotama tidak terbatas pada
itu, karena pujian atas
Guru Gotama adalah
tidak terbatas. Karena Guru Gotama memiliki masing-masing
dari faktor-faktor ini, maka tidaklah
selayaknya bagi Beliau
untuk datang menemuiku; sebaliknya, adalah selayaknya bagiku
untuk pergi menemui Guru Gotama. Oleh karena itu, Tuan-tuan, marilah kita
semuanya pergi menemui Petapa Gotama.”
“Kami bertanya
kepada Guru Gotama tentang pelestarian kebenaran, dan Guru Gotama
menjawab tentang pelestarian kebenaran; kami
menyetujui dan menerima
jawaban itu, dan karena
itu kami merasa
puas. Kami bertanya kepada
Guru Gotama tentang penemuan kebenaran,
dan Guru Gotama menjawab tentang
penemuan kebenaran; kami
menyetujui dan menerima jawaban
itu, dan karena
itu kami merasa
puas. Kami bertanya kepada
Guru Gotama tentang kedatangan
akhir pada kebenaran, dan
Guru Gotama menjawab
tentang kedatangan akhir pada
kebenaran; kami menyetujui
dan menerima jawaban itu,
dan karena itu
kami merasa puas. Kami
bertanya kepada Guru Gotama
tentang hal yang
paling membantu bagi kedatangan akhir pada kebenaran, dan
Guru Gotama menjawab tentang hal yang
paling membantu bagi
kedatangan akhir pada kebenaran; kami
menyetujui dan menerima
jawaban itu, dan karena
itu kami merasa
puas. Apapun yang
kami tanyakan kepada Guru
Gotama, Beliau telah
menjawab kami; kami menyetujui dan
menerima jawaban itu,
dan karena itu
kami merasa puas. Sebelumnya, Guru Gotama, kami biasanya berpikir: ‘Siapakah para
petapa berkepala gundul
ini, keturunan rendah dan gelap dari kaki Leluhur, sehingga
mereka dapat memahami Dhamma?’Tetapi
Guru Gotama sungguh
telah menginspirasiku dalam cinta
kasih kepada para
petapa, keyakinan pada para petapa, hormat pada para petapa. “Mengagumkan,
Guru Gotama! Mengagumkan,
Guru Gotama, … Mulai hari ini sudilah Guru Gotama mengingatku
sebagai seorang umat
awam yang telah menerima perlindungan seumur hidup.”
Referensi :
Sumber: Bhikkhu Nanamoli & Bhikku Bodhi
. 1995 Majjhima Nikaya.Jakarta:Dhamma Citta Press
No comments:
Post a Comment
setelah anda membaca isi blog ini, bagaimana tanggapan anda tentang isi blog yang anda baca?