Tuesday, 15 March 2016

Culavedalla Sutta



Culavedalla Sutta
Rangkaian Pendek Tanya-Jawab
Disampaikan  : Bhikkhuni Dhammadinna.
Kepada           : Umat awam Visākha.
Tempat           : Rajagaha di hutan bambu, taman suaka tupai.
Inti sutta         : Perwujudan, timbulnya perwujudan, Jalan mulia berunsur delapan, konsentrasi, proses, pencapaian pelenyapan,  perasaan dan kecenderungan laten.
Latar belakang : Adanya keinginan umat awam Visakha untuk bertanya kepada bhikkhuni Dhammadinna tentang beberapa hal.
Pembahasan
Identitas terpengaruh oleh kemelekatan pada lima kelompok unsur kehidupan, kelompok  unsur bentuk materi yang terpengaruh oleh  kemelekatan, kelompok unsur perasaan yang terpengaruh oleh kemelekatan, kelompok unsur persepsi yang terpengaruh oleh  kemelekatan, kelompok unsur bentukan-bentukan yang terpengaruh oleh kemelekatan, kelompok unsur kesadaran yang terpengaruh oleh kemelekatan. Asal-mula identitas adalah ketagihan, yang  membawa penjelmaan baru, yang disertai  dengan  kesenangan  dan  nafsu, dan  senang  akan ini dan itu; yaitu, ketagihan pada kenikmatan indria, ketagihan pada penjelmaan, dan  ketagihan  pada  tanpa penjelmaan.

Jalan mulia berunsur delapan : pandangan  benar, pikiran benar,  ucapan  benar, perbuatan  benar,  pencaharian  benar,  daya upaya  benar,  perhatian benar, dan konsentrasi benar.
Kelompok moralitas: ucapan benar, perbuatan benar, pencaharian benar.
Kelompok konsentrasi: daya upaya benar, perhatian benar, dan kosentrasi benar.
Kelompok kebijaksanaan: pandangan benar, pikiran benar.
Konsentrasi adalah keterpusatan pikiran, empat landasan perhatian adalah landasan konsentrasi, empat usaha benar adalah perlengkapan konsentrasi, pengulangan, pengembangan, dan pelatihan atas kondisi-kondisi yang sama ini adalah pengembangan konsentrasi.

Pencapaian  lenyapnya  persepsi dan perasaan terjadi : seorang bhikkhu mencapai lenyapnya persepsi  dan  perasaan,  ia  tidak  berpikir: ‘Aku  akan  mencapai lenyapnya  persepsi  dan  perasaan,’ atau ‘Aku  sedang  mencapai lenyapnya  persepsi  dan  perasaan,’atau ‘Aku  telah  mencapai lenyapnya  persepsi  dan  perasaan’;  melainkan  pikirannya  telah dikembangkan sebelumnya.

Tiga jenis perasaan:  perasaan menyenangkan, perasaan  menyakitkan,  dan  perasaan  bukan menyakitkan-juga-bukan-menyenangkan. perasaan apapun  yang  dirasakan  secara jasmani atau secara batin yang menyenangkan dan menyejukkan adalah  perasaan  menyenangkan.  Perasaan  apapun  yang dirasakan  secara  jasmani  atau  secara  batin  yang  menyakitkan dan  melukai  adalah  perasaan  menyakitkan.  Perasaan  apapun yang  dirasakan  secara  jasmani  atau  secara  batin  yang  tidak menyejukkan  juga  tidak  melukai adalah  perasaan  bukan menyakitkan-juga-bukan-menyenangkan.



Kecenderungan laten, kecenderungan tersembunyi pada nafsu mendasari perasaan  menyenangkan. Kecenderungan tersembunyi  pada  penolakan  mendasari perasaan  menyakitkan. Kecenderungan  tersembunyi  pada  ketidak-tahuan  mendasari perasaan bukan-menyakitkan-juga-bukan-menyenangkan.

Kesimpulan: sutta ini memberikan gambaran dan cara bagaimana merealisasikan Nibbana, pencapaian lenyapnya persepsi dan perasaan, kecenderungan laten yang tersembunyi yang harus kita sadari dan kita hindari dengan cukup terasing dari kenikmatan indria, terasing dari kondisi-kondisi tidak bermanfaat.

Pesan moral: dengan memperaktekan jalan tengah akan membuka mata batin, menimbulkan pengetahuan, membawa ketenangan pengetahuan batin luar biasa, kesadaran agung dan pencapaian Nibbana

     Sumber :
     Bhikkhu Nanamoli & Bhikku Bodhi . 1995 Majjhima Nikaya.Jakarta:Dhamma Citta Press

No comments:

Post a Comment

setelah anda membaca isi blog ini, bagaimana tanggapan anda tentang isi blog yang anda baca?