Culavedalla
Sutta
Rangkaian
Pendek Tanya-Jawab
Disampaikan :
Bhikkhuni Dhammadinna.
Kepada : Umat awam Visākha.
Tempat : Rajagaha di hutan bambu, taman suaka tupai.
Inti
sutta : Perwujudan, timbulnya perwujudan, Jalan mulia berunsur delapan, konsentrasi,
proses, pencapaian pelenyapan, perasaan
dan kecenderungan laten.
Latar
belakang : Adanya keinginan umat awam Visakha untuk bertanya kepada bhikkhuni
Dhammadinna tentang beberapa hal.
Pembahasan
Identitas terpengaruh oleh kemelekatan pada lima kelompok
unsur kehidupan, kelompok unsur bentuk materi
yang terpengaruh oleh kemelekatan, kelompok
unsur perasaan yang terpengaruh oleh kemelekatan, kelompok unsur persepsi yang
terpengaruh oleh kemelekatan, kelompok
unsur bentukan-bentukan yang terpengaruh oleh kemelekatan, kelompok unsur kesadaran
yang terpengaruh oleh kemelekatan. Asal-mula identitas adalah ketagihan,
yang membawa penjelmaan baru, yang disertai dengan
kesenangan dan nafsu, dan
senang akan ini dan itu; yaitu,
ketagihan pada kenikmatan indria, ketagihan pada penjelmaan, dan ketagihan
pada tanpa penjelmaan.
Jalan mulia berunsur delapan : pandangan benar, pikiran benar, ucapan
benar, perbuatan benar, pencaharian
benar, daya upaya benar,
perhatian benar, dan konsentrasi benar.
Kelompok moralitas: ucapan benar, perbuatan benar,
pencaharian benar.
Kelompok konsentrasi: daya upaya benar, perhatian
benar, dan kosentrasi benar.
Kelompok kebijaksanaan: pandangan benar, pikiran
benar.
Konsentrasi adalah keterpusatan pikiran, empat
landasan perhatian adalah landasan konsentrasi, empat usaha benar adalah
perlengkapan konsentrasi, pengulangan, pengembangan, dan pelatihan atas
kondisi-kondisi yang sama ini adalah pengembangan konsentrasi.
Pencapaian
lenyapnya persepsi dan perasaan
terjadi : seorang bhikkhu mencapai lenyapnya persepsi dan
perasaan, ia tidak
berpikir: ‘Aku akan mencapai lenyapnya persepsi
dan perasaan,’ atau ‘Aku sedang
mencapai lenyapnya persepsi dan
perasaan,’atau ‘Aku telah mencapai lenyapnya persepsi
dan perasaan’; melainkan
pikirannya telah dikembangkan sebelumnya.
Tiga jenis perasaan:
perasaan menyenangkan, perasaan
menyakitkan, dan perasaan
bukan menyakitkan-juga-bukan-menyenangkan. perasaan apapun yang
dirasakan secara jasmani atau
secara batin yang menyenangkan dan menyejukkan adalah perasaan
menyenangkan. Perasaan apapun
yang dirasakan secara jasmani
atau secara batin
yang menyakitkan dan melukai
adalah perasaan menyakitkan.
Perasaan apapun yang dirasakan
secara jasmani atau
secara batin yang
tidak menyejukkan juga tidak
melukai adalah perasaan bukan menyakitkan-juga-bukan-menyenangkan.
Kecenderungan laten, kecenderungan
tersembunyi pada nafsu mendasari perasaan
menyenangkan. Kecenderungan tersembunyi
pada penolakan mendasari perasaan menyakitkan. Kecenderungan tersembunyi
pada ketidak-tahuan mendasari perasaan
bukan-menyakitkan-juga-bukan-menyenangkan.
Kesimpulan: sutta ini memberikan gambaran dan cara
bagaimana merealisasikan Nibbana, pencapaian lenyapnya persepsi dan perasaan,
kecenderungan laten yang tersembunyi yang harus kita sadari dan kita hindari
dengan cukup terasing dari kenikmatan indria, terasing dari kondisi-kondisi
tidak bermanfaat.
Pesan moral: dengan memperaktekan jalan tengah akan
membuka mata batin, menimbulkan pengetahuan, membawa ketenangan pengetahuan
batin luar biasa, kesadaran agung dan pencapaian Nibbana
Sumber :
Bhikkhu Nanamoli & Bhikku Bodhi . 1995
Majjhima Nikaya.Jakarta:Dhamma Citta Press
No comments:
Post a Comment
setelah anda membaca isi blog ini, bagaimana tanggapan anda tentang isi blog yang anda baca?