Thursday, 10 March 2016

Pāṭika Sutta



Pāṭika Sutta
Tentang Pāṭika
Seorang Yang Berbohong Memiliki Pengetahuan

  Latar belakang Pāṭika Sutta : Suatu ketika Sang Bhāgava sedang menetap di antara orang Malla. Anupiya adalah nama kota Malla. Sang Bhāgava setelah merapikan jubah di pagi hari, dan membawa jubah dan mangkuk pergi ke Anupiya untuk menerima dana makan. Namun menurut Sang Bhāgava masih terlalu pagi untuk menerima dana makan maka Sang Buddha mengunjungi pertapaan pengembara Bhaggava-gotta. Sutta ini dibabarkan Sang Buddha kepada Bhaggava-gotta, berkenaan pertanyaan pertapa Sunakhata Liccaviputta yg telah meninggalkan dhamma dan vinaya serta telah mengikuti guru lain, karena Sang Buddha tidak mau menunjukkan kekuatan batinya dan tidak menerangkan asal mula segala sesuatu. Intinya terdapat dua hal penting yaitu tentang pertunjukan kemampuan batin dan asal mula segala sesuatu.
  Keajaiban-keajaiban yang ditunjukan Sang Buddha: Sang Buddha mengetahui Pertapa Korakkatiya yg dianggap Sunakkhata sebagai arahat dalam tujuh hari lagi akan meninggal dan terlahir sebagai mahkluk asura Kālakañja. Sang Buddha mengetahui Pertapa Kandaramasuka yang terhormat diantara suku vajji bersumpah selama hidupnya sebagai pertapa telanjang tidak makan bubur dan nasi, tidak melewati bahuputta cetiya tetapi tidak lama lagi pertapa tersebut akan mengenakan pakaian dan kawin seperti apa yg dikatakan Sang Buddha. Sang Bhāgava ditantang adu kehebatan oleh Pāṭikaputta namun karena kesombongan Pāṭikaputta, Pāṭikaputta tidak dapat bertemu dengan Sang Buddha sebelum Pāṭikaputta mencabut kata-katanya, melepaskan pikirannya, dan meninggalkan pandangan salah. Sang Bhāgava menasihati, menginspirasi, memicu semangat, dan menggembirakan kerumunan itu dengan khotbah Dhamma. Memasuki unsur api dan terbang ke angkasa hingga setinggi tujuh pohon palem, dan memancarkan cahaya setinggi tujuh pohon palem lagi sehingga bersinar dan menebarkan keharuman, kemudian muncul kembali di Aula Beratap Segitiga di Hutan Besar.
  Asal mula segala sesuatu: Akan tiba  satu saat cepat atau lambat, setelah berakhirnya suatu masa yang lama di dunia ini akan hancur dan berevolusi. Ketika hal itu terjadi, umumnya mahkluk-mahluk terlahir kembali dialam Abhassara. Mereka hidup di alam itu dengan kekuatan pikiran, kenikmatan, memancarkan cahaya dari tubuh dan kehidupan ini berlangsung terus dlm keindahan, dlm masa yg lama sekali. Akan tiba pada satu saat cepat atau lambat bumi mulai berevolusi dlm pembentukan kembali, ketika hal ini terjadi alam brahma nampak kosong. Ada sosok mahkluk yg karena masa hidupnya telah habis dan pahalanya ia meninggal dr alam Abhasara terlahir kealam brahma. Di alam ini ia hidup dengan kekuatan pikiran, kenikmatan, memancarkan cahaya dlm keindahan dalam suatu masa yg lama sekali, karena mereka tinggal dialam itu terlalu lama dan sendirian maka perasaan yang tidak puas dan kerinduan muncul dalam diri mereka.
 
  Akhir khotbah: Bhaggava si pengembara senang dan gembira mendengar kata-kata Sang Bhāgava, Sang Bhāgava menasehati agar berusaha keras dan berpandangan benar.
Pesan moral: kita tidak boleh memiliki sifat sombong karena akan merugikan kita sendiri, jangan menjadi orang yang irihati akan kebahagiaan orang lain, berusaha keras dalam mengerjakan suatu pekerjaan dan berpandangan benar, berlatihlah untuk bicara jujur kepada siapapun, contohlah guru yang memiliki kemoralan yang baik, berlatih untuk mengurangi keragu-raguan dalam hati.
Sumber : Maurice Walshe.1987,1995 Digha Nikaya.Jakarta:Dhamma Citta Press

No comments:

Post a Comment

setelah anda membaca isi blog ini, bagaimana tanggapan anda tentang isi blog yang anda baca?